Infokutuju

Do Not Stop Learning

Sejuta Makna Tentang Hujan


Hujan selalu memiliki sejuta makna dalam kehidupan seseorang. Tetesan air yang jatuh dipermukaan tanah, terpisah dari langit tempatnya bermula. Hujan selalu punya cerita, ia tetap hidup meski dipemanasan global hati manusia. Hujan menjadi satu pemandangan yang menarik ketika tetesan yang berupa gerimis mengubah alur waktu kembali kemasa silam, satu persatu kenangan menghias lautan hati dan pemikiran. Yach, hujan adalah kehidupan, bermakna ganda, bisa berarti tangisan juga mampu penghapus kemarau dalam setahun.
Pada hakekatnya, hujan bermula dari pemanasan suhu air ditanah lalu berubah menguap dan terangkat membentuk uap awan dilangit. Tetesan yang berupa kristal es dalam bentuk awan, menjadi begitu berat sehingga udara tidak dapat menahannya, lalu jatuh ketanah yang dikenal sebagai hujan. Hujan bisa jatuh dalam tetesan kecil yang disebut dengan gerimis, dan ini menjadi permainan menarik bagi anak-anak kecil yang senang mandi hujan. Namun ketika hujan semakin deras dan memuncak, ia bisa mengambil bagian dari kehidupan, seperti banjir dan tanah longsor.
Hujan mungkin bagi sebagian lain kurang menarik, akan tetapi jika bumi tanpa hujan, darimana lagi sisi indahnya kehidupan. Semua mahluk dibumi butuh hujan, entah itu bermanfaat untuk proses fotosintesis bagi tumbuhan yang bisa kita jadikan lauk-pauk demi lancarnya proses pencernaan, hujan juga mampu menutupi kemarau, meredam panasnya tanah serta polusi udara yang merusak kesehatan. Apapun manfaat hujan, ia tetap salah satu nikmat yang patut kita syukuri, karena tidak ada yang sia-sia diciptakan Tuhan
Hujan mampu menjadi inspirasi bagi pemilik berjiwa seni. Entah berapa banyak lagu berceritakan tentang hujan, jutaan puisi menghujani ide kreatif manusia karena hujan. Seperti air hujan, manusia perlu meluapkan keluh kesahnya dengan tetesan airmata, sebagai ungkapan keresahan juga tuntasnya sebuah perjuangan yang berakhir kegembiraan. Kepada hujan, kutitip lagu rindu dari sebuah masa yang tak sempat singgah, basah kuyub menanti pertemuan, terpaku dalam gerimis yang tak berkesudahan, hingga kukubur satu-satu pada tanah tandusmu, berharap hujan mampu memeluku dalam kegembiraan. Dari air kita belajar ketenangan, dari batu kita belajar ketegaran, dari tanah kita belajar kehidupan. ~~~semoga berkenan~~~

2 komentar :