Infokutuju

Do Not Stop Learning

Mengenal 3 Nafsu Manusia


Hidup manusia tidak lepas dari nafsu. Nafsu mendorong manusia bertindak, berjuang demi memenuhi nafsu. Karena nafsu manusia hidup, demi nafsu manusia berjuang, akibat nafsu manusia lalai. Allah berfirman yang maksudnya : "Beruntunglah orang yang membersihkan hatinya dan rugilah orang yang mengotorinya" (QS Asy Syams 9 dan Asy Syams 10). Islam menganggap nafsu itu sebagai musuh. Allah SWT telah menegaskan yang maksudnya :"Sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan" (QS Yusuf : 53)

Manusia memiliki tiga nafsu atau dorongan yang selalu berkompetisi dalam dirinya, yaitu nafsu ammarah, lawwamah, dan muthmainnah.

Nafsu Ammarah 
Nafsu ammarah adalah dorongan untuk melakukan pelanggaran, kejahatan dan kemaksiatan. Nafsu Ammarah sering disebut nafsu kebinatangan manusia, dimana gerak hidupnya seperti binatang, sifat-sifatnya selalu cenderung berbuat maksiat baik lahir maupun batin. Nafsu ammarah tersebut seperti : banyak makan, banyak tidur, banyak kawin. Ffirman Allah (QS. 12 ayat 53) “Dan aku tidak membebaskan diriku( dari kesalahan), karena sesengguhnya (nafsu Ammarah) selalu menyuruh kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.

Nafsu Lawwamah 
Nafsu lawwamah disebut sebagai nafsu setan yang menghuni hati manusia, ia selalu membisikan dan mengajak untuk berbuat keji. Ciri-ciri orang yang jiwanya dikuasai nafsu Lawwamah ialah : watak dan jiwanya di kuasai kefasikan. yaitu nafsu yang suka mengoreksi ketika ia melakukan dosa atau kemaksiatan tapi berkhianat atau berbohong pada dirinya sendiri misalnya, Mengetahui dan menyesali bahwa perbuatanya salah tapi masih mengulangi lagi perbuatan tersebut, siapa yang pertama kali mengingatkan bahwa perbuatan tersebut salah? Tentunya diri kita sendiri. Inilah yang disebut dengan nafsu lawwamah.Allah berfirman dalam(QS 75 Al-Qiyamah ayat 2) “Dan aku bersumpah dengan jiwa (nafsu) yang amat menyesali (dirinya).

Nafsu muthmainnah 
Nafsu muthmainnah adalah keinginan untuk berbuat kebaikan, bahkan orang bejat sekalipun memiliki nafsu mutmainnah. Hakikatnya, manusia itu haniif (cenderung pada kebaikan), karena itu manusia akan merasa tenang, tenteram, dan bangga kalau sudah berbuat kebaikan. Sebaliknya, ia merasa gelisah dan menyesal bila melakukan pelanggaran dan dosa. Sebagaimana dalam (QS.89 Al-fajr: ayat 27,28,29,30)” “Hai jiwa yang tenang( nafsu mutmainnah) kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaku dan masuklah ke dalam Surgaku).”

Ketiga macam nafsu ini selalu berkompetisi. Jika nafsu muthmainnah memenangkan persaingan, akan lahir perbuatan baik dan mulia. Namun, kalau nafsu ammarah yang memenangkannya, akan lahir perbuatan nista dan maksiat. 

Bila diklasifikasi,  ada lima tipe orang yang terjerumus dosa.
Pertama, orang yang suka meremehkan dosa, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, ''Janganlah meremehkan dosa, karena dosa tersebut akan berkumpul dan mencelakakannya.'' (HR Thabrani dan Baihaqi). 

Kedua, orang yang suka menunda tobat. Artinya tobat hanya sebatas rencana dan cita-cita, tetapi tidak direalisasikan .

Ketiga, orang yang mau bertobat kalau ditimpa kesusahan atau musibah. Orang seperti ini baru merasa butuh maghfirah Allah kalau dia sudah terpuruk (QS Fushshilat [41]: 51)” Dan apabila kami memberikan nikmat kepada manusia , ia berpaling dan menjauhkan diri ,tetapi iapabila ia ditimpa malapetaka maka ia banyak berdoa”. 

Keempat, orang yang putus asa dari ampunan Allah, sehingga merasa ''kepalang dosa'' (QS Azzumar [39]: 53).” Katakanlah ; Hai hamba-hambaku yang melampoi batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”

Kelima, orang yang sadar akan dosanya dan yakin akan ampunan atau maghfirah Allah SWT sehingga bersungguh-sugguh dalam bertobat. Inilah tipe yang paling ideal dan inilah ciri orang takwa.
Semoga kita semua menjadi orang-orang yang mendapat ampunanNya. Amin. (source : http://zikiribadat.blogspot.com/

0 komentar :